
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Berdasarkan berita sebelumnya tentang persoalan Guru ngaji di Desa Jurang sapi Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso yang sempat viral akhirnya di selesaikan oleh Pihak Pemerintah Desa Jurang sapi di bawah komando Hasbi selaku Kepala Desa Jurang sapi pada hari Kamis, 19 Mei 2022.
Haji Sobri Guru Ngaji Jurang sapi Kecewa, Nama Di Coret Tanpa Sebab, Saling Lempar
Beberapa pihak yang di anggap oleh para pembaca Berita sebelumnya di anggap bersengketa yaitu antara lain Ustad Haji Sobri, Ustad Hazen dan Sasmita yang kesemuanya adalah warga Desa Jurang sapi dengan di pertemukannya oleh Kepala Desa Hasbi di Ruang Kepala Desa di saksikan pula oleh Bupati LIRA Bondowoso dan beberapa Tim Media di mulai dengan agak panas karena antara satu dengan lainnya saling mempertahankan pendapat masing – masing.

Menurut keterangan Sas selaku pendata awal mengatakan bahwa dirinya sangat tidak mengetahui atas pengalihan atau juga penghapusan nama Haji Sobri selaku penerima awal Dana Guru ngaji, sementara dirinya menjelaskan bahwa memang benar bahwa dirinya mendata dan kemudian di berikan atau di setorkan langsung pada Kordes yang dalam hal ini di jabat oleh Ustad Hazen.

Sementara HaJi Sobri awalnya tidak Terima karena penghapusan namanya di rasakan sepihak, artinya tidak mendatanginya, seharusnya bilang apa adanya tentang kendala sampai namanya di hapus dan akhirnya berlanjut dengan tidak memperoleh Bantuan Dana Guru Ngaji., di rasakan olehnya bahwa tindakan seperti itu sangat menyinggung perasaannya, selanjutnya secara otomatis pemikirannya langsung kearah negatif, bahkan di tanya juga olehnya ( Haji Sobri – Red ) pada Sas bahwa penarikan biaya untuk Pembelian materai yang infonya adalah sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan Dana Bantuan Guru Ngaji sangat tidak ada artinya.
Ahroji selaku Bupati LIRA yang saat itu mendampingi Haji Sobri langsung juga menanyakan bahwa Siapa sebenarnya yang menghapus nama Haji Sobri dari daftar penerima Bantuan Guru Ngaji, akan tetapi sangat di sayangkan saat itu tidak ada yang menjawab satupun, baik dari Perangkat Desa Jurang sapi, Sasmito selaku operator Desa dan juga Ustad Hazen selaku Kordes dan langsung menerima data awal dari operator Desa yang dalam hal ini, Sasmito.

Setelah di lakukan musyawarah diantara mereka, walaupun tidak tahu dan tidak ada yang bisa menjawab tentang siapa yang menghapus nama Haji Sobri sebagai salah satu penerima akhirnya di ambil jalan tengah oleh Hasbi selaku Kepala Desa Jurang sapi dan di bantu oleh Aktivis, dalam hal ini Ahroji selaku Bupati LIRA Bondowoso bahwa untuk saat ini tidak ada yang saling menyalahkan antara satu dengan lainnya, Haji Sobri tetap di gantikan sementara, tahun depan akan di usulkan agar menerima kembali seperti sebelumnya.
Haji Sobri selaku “Korban” Hingga tidak menerima dana santunan Guru ngaji tahun ini seperti tahun -tahun sebelumnya ( Sejak lebih kurang tahun 1997 menurut penjelasannya – Red) karena sesuatu yang menurut beberapa pihak sangat tidak jelas penyebabnya mengatakan dengan nada legowo bahwa dirinya menerima apapun hasil keputusan yang di dapatkan dari hasil pertemuan di Balai Desa Jurang sapi tersebut, selain itu dirinya juga akan menerima dengan lapang dada sejumlah dana, walaupun akan di Terima tahun depan sesuai dengan pengajuan dari awal lagi oleh operator Desa ( Hasil Musyawarah – Red).
Pewarta : Nov/Sug/Ady/Sup







