
Teropongindonesianews.com
Penulis : YULIANA GAGARI
NAGEKEO, NANGARORO- Forum Anak Desa atau biasa disingkat dengan FORADES, adalah sebuah wadah untuk menyampaikan aspirasi dan harapan anak. Lewat forum ini, anak akan belajar banyak hal tentang public speaking, penguatan kapasitas hak anak, latihan kepemimpinan serta kegiatan lainnya yang sangat mendukung pengembangan karakter anak.

Seperti halnya yang tejadi di sebuah desa dikecamatan Nangaroro kabupaten Nagekeo yakni Desa Woewutu, kehadiran Forum Anak sangat membantu dalam pembentukan karakter anak. Wadah yang terbentuk tahun 2020 ini telah menjalankan setidaknya enam kegiatan yang tertuang dalam Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Kegiatan “Bijak Bermedia Sosial” yang menjadi salah satu kegiatan unggulan mengundang antusiasme yang begitu tinggi.
Mengingat penggunaan handphone android yang begitu digandrungi oleh sebagaian besar anak tentu akan mendatangkan petaka jika tidak digunakan seperlunya.
Pada kesempatan yang sama juga, Waldetrudis Azi Dasi selaku ketua Forades Woewutu dalam sambutannya pada Minggu, 16 oktober 2020, menegaskan bahwa jangan melihat wadah ini kecil, tetapi lihatlah dengan program yang ada. Salah satu program kita adalah bijak bermedia sosial, teman- teman diharapkan agar lebih bijak dalam menggunakan media.

Tidak menjadikan media sosial sebagai ajang kegalauan, hasutan, pameran pornoaksi, serta hal- hal yang tidak sesuai dengan norma agama.
Sehingga dalam pemaparan materi kita semua diharapkan untuk lebih serius mendengar agar sekembalinya kita dari kegiatan ini dapat meneruskan lagi kepada teman yang lain, tuturnya lagi.
Kegiatan Forades ini juga dirancang semaksimal mungkin dengan melibatkan anak- anak sebagai pelaku dalam kegiatan mulai dari master of ceremony (MC), pamateri bijak bermedia sosial, dan doa. Kegiatan ini sepenuhnya diinisiasi oleh pendamping Forum Anak Desa, pemerintah Desa Woewutu dan didukung oleh Wahana Visi Indonesia (WVI).
Cesilya Andini Winarti, dalam paparan materi bijak bermedia sosial menegaskan bahaya penyalah gunaan media sosial jika tidak dikontrol dengan baik akan menimbulkan beberapa masalah antara lain memperlihatkan foto dan video yang tidak pantas, memperlihatkan konten pornografi, percaya dengan hoax, membocorkan rahasia pribadi dan mengatakan sesuatu yang jahat atau tidak benar. Dia menambahkan jaman sekarang setiap kita haruslah bijak dalam memposting sesuatu. Jangan turut suka atau bisa jadi kita menjadi sasaran hasutan dari orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kita harus tetap taat pada agama, menyibukkan diri dengan hal- hal positif, dan cermat dalam bergaul.
Tidak semua media sosial mendatangkan masalah jika digunakan sebaik mungkin. Sebagai contoh kita bisa juga mengerjakan tugas, terhubung dengan teman, mendapatkan hal yang baru, berkomunikasi dengan orang terkenal dan media sosial juga bisa menghibur, tambahnya lagi.
Selain itu, Thomas Brata Suyaka selaku Community Engagement Sponsorship Plan (CESP) WVI Wilayah Nagekeo juga menambahkan hendaknya setiap anak sebisa mungkin untuk bisa menjadi pribadi yang bijak dengan “memposting sesuatu yang penting dan bukan yang penting posting.” bahwa semakin lama melibatkan diri dalam forum kecil ini suatu saat akan terlihat manfaatnya. Jadi harus banyak belajar dan mengikuti setia proses yang ada, tambahnya lagi. Antusias anak – anak menjadi penyemangat tersendiri bagi pendamping anak karena sebelumnya banyak anak yang masih malu dan kikuk sekarang dengan diberi kepercayaan semakin berani untuk bersuara. Anak- anak juga dilatih dengan sabar, misalnya saat diberi kepercayaan untuk membawa acara sebgai MC atau menjadi pemateri yang kali ini dilakonkan oleh Magdalena Valentin Baru atau yang akrab disapa Febi. Dengan gaya nyentriknya mampu membuat teman- teman terkagum – kagum.
Banyak sebenarnya potensi yang dimiliki anak yang belum sepenuhnya diekspose keluar. Sehingga dalam ajang ini, mereka menjadi lebih bebas berekspresi. Seperti dalam liputan kegiatan pada Minggu, 16 Oktober 2022, mereka melakonkan semuanya layaknya orang dewasa. Sehingga hal ini akan menjadi motivasi untuk teman – teman mereka dalam menjadi pribadi yang berani. ‘kalau sebelumnya mereka sangat pemalu. Bahkan mengacungkan tangan saja sulit sekali tetapi dengan beberapa kegiatan selama 2 bulan terakhir mereka jadi lebih berani tutur salah seorang pendamping anak. Forades Woewutu telah memiliki struktur kepengurusan sebagai berikut:
Pembina/ Badan Penasehat: Kepala Desa, Ketua BPD, Dan Ketua LPA
Ketua: Waldetrudis Azi Dasi
Wakil ketua : Cesilya Andini Winarti
Sekretaris 1 : Yunita Nago Wea
Sekretaris 2 : Elia Tasmita Panus
Bendahara : Magdalena Valentin Baru
Divisi- divisi
Divisi Kerohanian, Seni dan Budaya
Ketua : Lusia Fransiska Sobha
Anggota : Maria Magdalena Sare
Adelbertus Nuwa
Polikarpus Mega
Divisi Pengembangan Organisasi dan Hubungan antar Lembaga
Ketua : Perseveranda Yunita Devina Wea
Anggota : Emerensiana Wea
Alpianto Ju
Divisi Sosialisasi Hak Anak
Ketua : Anastasia Fonga Ranga
Anggota : Eldindius Angola Kua
Anjelina Odu Nade
Dorotea Afrida Kue
Divisi Pengembangan Potensi Hak Anak
Ketua : Marselina Beda
Anggota : Eduardus Ronaldi Kewa Doa
Stefania Roga Owa
Kepengurusan ini nantinya akan bekerja maksimal dan terus dalam pemantauan pendamping forum anak serta dukungan Wahana Visi Indonesia.
Bung Aan






