
Teropongindonesianews.com
Nangaroro, Nagekeo-Momen yang paling membahagiakan adalah saat orang – orang tercinta berkumpul dalam suasana hangat yang penuh canda tawa dan suasana akrab. Seperti baru- baru ini terjadi di SMP Negeri 3 Nangaroro rayakan NATARU tepatnya tanggal 18 Januari 2023, bertempat di ruang Laboratorium MIPA.
Hadir pada kegiatan tersebut siswa – siswi, Ketua Komite, Severinus We, Kepala Sekolah, Fabianus Mana, serta Bapak/ Ibu guru dan tenaga kependidikan.
Dengan mengusung tema “Semoga Duniamu Dipenuhi Dengan Kedamaian Dan Juga Cinta Yang Melimpah” yang tentunya kali ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi semua elemen dalam Lembaga Pendidikan tersebut karena merupakan kegiatan perdana.
Ada beberapa hal menarik yang begitu menggugah dari kegiatan NATARU tersebut adalah ada perayaan misa yang langsung dipimpin oleh RD. Viktorianus Ghea Naga. RD. Ithos demikian biasa disapa berpesan agar para siswa jangan seperti orang Farisi yang selalu mencari kesalahan orang lain. “sebagai siswa jangan sampai ada yang memancing untuk membuat guru marah. Sikap seperti ini sangat tidak baik. Menjadi siswa yang baik harus saling menghormati dan berdamai dengan guru.
Begitupun sebaliknya antara Guru, hindarkan segala pertikaian. Selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki dan teruslah menjadi pribadi yang berguna bagi sesama”, tegasnya lagi.

Usai perayaan misa, dilanjutkan dengan kegiatan makan Bersama dan setelahnya acara tukar kado. Acara tukar kado merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan sejak sekolah di buka. Suasana yang begitu ramai mewarnai acara tersebut. Beberapa siswa sangat senang dengan kado yang didapat berupa buku, balpoin, gelang, baju dan masih banyak hadiah lainnya. Angela Marici Daro, salah seorang guru Matematika menuturkan bahwa acara kali ini benar- benar dikemas sangat berbeda. Partisipasi para siswa begitu besar dan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keakraban antara guru dan siswa, meningkatkan keimanan siswa serta menanamkan nilai sosial kepada anak untuk memiliki kepedulian terhadap sesama.
Harapan yang sama juga di sampaikan oleh Kepala Sekolah, Fabianus Mana, agar kedepannya kegiatan ini dikemas lebih baik lagi agar siswa memiliki kepekaan serta memiliki nilai religius yang tinggi. Dari kegiatan ini para siswa dapat belajar bagaimana kita harus berbagi dari kekurangan dan kelebihan kita, menghargai sesama dan menambah keakraban, serta sebagai contoh nyata meneladani tiga raja dari manus yang mempersembahkan hadiah kepada bayi Yesus.
Beberapa siswa mengakui sangat terhibur dan Bahagia sekali dengan kegiatan ini. Yang awalnya belum pernah menerima kado dari teman atau keluarga, lewat momen tersebut mereka dapat belajar untuk memberi dan menerima. (Yuli Gagari)
Bung Aan






