
Teropongindonesianews.com
SITUBONDO – Diberitakan sebelumnya terkait mangkraknya Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di seluruh nusantara kian menjadi sorotan,salah satunya di kabupaten situbondo jawa timur.
Program PAMSIMAS yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih,justru sebaliknya menjadi tidak bermanfaat dan tidak jarang pula salah penempatan sehingga program tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Menyikapi persoalan tersebut LBH CAKRA kabupaten situbondo terpaksa membawa persoalan tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Senin,20/06/2023 kemarin agar terkait mangkraknya program PAMSIMAS segera di periksaa,karena menurut Tim. LBH CAKRA program tersebut sudah gagal dan di sinyalir ada dugaan korupsi dan program di jadikan bisnis untuk memperkaya diri.
Novika atau akrab disapa Opek Selaku ketua Tim Investigasi LBH CAKRA menyampaikan ” Benar ada beberapa desa yang mendapatkan program PAMSIMAS namun tak berfungsi kita laporkan ke kejaksaan tinggi jawa timur,sementara yang kita laporkan ada 11 desa .
Diantaranya :
● Desa Sumberejo Kec.Banyuputih
● Desa Banyuputih Kec.Banyuputih
● Desa Kedunglo Kec.Asembagus
● Desa Kumbangsari Kec.Jangkar
● Desa Kedungdowo Kec.Arjasa
● Desa Lamongan Kec.Arjasa
● Desa Wonokoyo Kec.Kapongan
● Desa Tanjung Kamal Kec.,Mangaran
● Desa Klampokan Kec.Panji
● Desa Langkap Kec.Besuki
● Desa Kalianget Kec.Banyuglugur
Beberapa desa di atas adalah daftar desa yang sementara kita laporkan ke kejaksaan tinggi jawa timur,dan kami juga menduga ada pengendali yang mana secara berjamaah memanfaatkan program PAMSIMAS sebagai bisnis “, Jelasnya

” Selanjutnya ada beberapa desa lagi yang akan menyusul kita laporkan ke kejaksaan tinggi jawa timur yang tentunya data tersebut sudah kami kantongi,kami berharap kepada ke kejaksaan tinggi Jawa timur segera menindak lanjuti laporan kami dengan profesiaonal,karena program tersebut di biayai oleh negara yang mana agar di manfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan bukan hanya dibangun lalu dibiarkan tak berfungsi “, Imbuhnya
BiroTINsitubondo







