
Teropongindonesianews.com
Nangaroro – Nagekeo, Mendengar istilah Posyandu Remaja atau akronim populernya adalah Posrem sebenarnya bukan hal baru dikalangan usia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.
Peserta didik yang tentunya menjadi sasaran kegiatan ini akan mendapatkan berbagai layanan Kesehatan seperti ada konseling, pemberian tablet tambah darah, ada rujukan jika ditemukan peserta didik yang memiliki penyakit serta keluhan lain, pencerahan tentang Kesehatan reproduksi (Kespro), ajakan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjauhkan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA), larangan untuk tidak merokok, serta masih banyak aktifitas lain.
Seperti pantauan saya di SMP Negeri 3 Nangaroro pada hari sabtu (5/8/2023) bertempat di salah satu ruang kelas sedang berlangsung kegitan Posrem.
Kegiatan yang rutin setiap bulan dan menjadi program unggulan sekolah yang senantiasa mengedepankan kesehatan peserta didik. Kegiatan ini tentunya didukung para kader posyandu yang dipilih melaui sebuah proses voting. Walaupun para kader Posrem ini belum mengikuti pelatihan untuk penguatan kapasitas sebagai kader Posrem namun pihak sekolah mengharapkan agar ada pelatihan bagi para kader tersebut.
Dengan sisitem 5 meja yang dijalankan dari meja 1 registrasi atau pendaftaran, meja 2 pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran lingkar lengan dan lingkar pinggang, meja 3 pencatatan hasil pemeriksaan di meja 2, meja 4 pemberian tablet tambah darah dan meja 5 yang tidak kalah penting adalah konseling.

Di meja 5 ini para peserta didik diajak untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak boleh merokok, bagaimana mengelola stress, tidak boleh membuang kotoran disembarang tempat, menjelaskan tentang masa pubertas yang mana seorang remaja putera akan mengalami mimpi basah dan remaja putri akan mengalami masa menstruasi.
Dalam pelaksanaan Posrem ini sama seperti posyandu Bayi Balita. Pada kesempatan tersebut juga para bidan yang setia mendampingi memberikan motivasi kepada peserta didik agar semakin rajin mengikuti Posrem. Dari kegiatan ini teridentifikasi peserta didik yang mengikuti Posrem sebanyak 131 orang dari 146 peserta didik.
Dari pemeriksaan para tenaga Kesehatan tidak ada yang memiliki penyakit serius hanya ada beberapa remaja putri yang harus minum tablet tambah darah karena keluhan menstrusi yang tidak lancar.
Tablet tambah darah harus diminum rutin setiap minggu. Hal ini juga merupakan bentuk dari keseriusan para tenaga Kesehatan yang mendampingi dan juga pihak sekolah dalam menuntaskan masalah anemia.
Selain itu sebagai investasi Kesehatan untuk jangka Panjang yang kelak Ketika sudah dewasa dan hamil akan dapat menjalani kehamilan yang sehat dan minim resiko komplikasi kehamilan .
Posrem dilaksanakan di seluruh satuan Pendidikan menengah dan merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan RI NO.HK 02.02/Menkes/52/2015 Tentang Rencana Statregis Kementrian Kesehatan Tahun 2015-2019, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota, dan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Masyarakat Hidup Sehat.
Penyelenggaraan Posyandu Remaja sendiri atau Posrem sudah termuat dalam buku petunjuk teknis pada tahun 2018.
Pada kesempatan yang sama Silverius Ma Keo, S.Ag yang menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 3 Nangaroro dalam bincang hangatnya dengan para tenaga Kesehatan dari Puskesmas Nangaroro serta Puskesmas Pembantu Desa Woewutu mengatakan agar kegiatan seperti ini harus rutin dilaksanakan.
Hal ini bertujuan agar para peserta didik memiliki fisik yang kuat dan sehat. “Menjadi generasi emas tentu dibarengi pula oleh Kesehatan yang baik sebagai pendukung. Sebab jika tidak maka anak akan mengalami pertumbuhan yang lamban, fisiknya lemah seperti Ketika upacara bendera terkadang beberapa siswa merasa pusing bahkan sampai ada juga yang pingsan.” Ujarnya lagi.
Dia pun berharap agar segala administrasi atau dokumen yang berkaitan dengan Posrem akan dapat disimpan di ruang UKS kedepannya.
“Untuk tahun ini memang sarana dan prasarana UKS belum memadai, sehingga untuk sementara administrasi atau dokumen penting masih disimpan oleh seorang guru yang menangani UKS. Tahun ini akan ada pengadaan tempat tidur dan lemari UKS. Sehingga obat- obatan, sabun, handuk, selimut, pasta gigi dan lain- lain dapat tersimpan rapi dalam lemari.” Tambahnya lagi.
Sementara itu Densy, salah seorang tenaga Kesehatan dari Puskesmas Pembantu Desa Woewutu sangat mengapresiasi semangat para peserta didik dalam mengikuti Posrem.
Dia berharap agar para remaja putri yang diberikan tablet tambah darah bisa rutin minum untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Adalah sebuah kebanggaan tersendiri jika kegiatan Posrem menjadi agen untuk mencetak generasi emas yang siap berkompetisi.
Pewarta: Yuli Gagari.
Editor: Santoso.







