
Teropongindonesianews.com
Sumenep – teropong Indonesia news- Akibat sering di demo atas dugaan mafia tanah di Sumenep yang akhir-akhir ini menjadi pokok pembahasan publik karena banyak yang merasa dirugikan secara materiil dari pihak masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Karena dinilai banyak kejanggalan dari pemrosesan pendaftaran peta bidang hingga pensertifikatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengklaim sepihak yang diduga tidak memiliki alas hak dan dokumen secara konkrit.
Masyarakat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum dari pihak Kantor Pertanahan Sumenep yang diduga tidak prosedural secara yuridis, bahkan disebutkan tidak memenuhi persyaratan secara normatif. (9/10).
Posko pengaduan korban mafia tanah yang dibuka oleh Herman Wahyudi, SH., dari LBH Forpkot, banyak masyarakat yang mengadu bahwa dirinya merupakan orang yang tanahnya diklaim secara sepihak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Dilansir dari HARIAN TERBIT, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Marsekal TNI (Purn) Dr Hadi Tjahjanto mengatakan ada lima pemangku kepentingan yang rawan bersinggungan dengan mafia tanah, oknum BPN, oknum pengacara, oknum notaris, oknum kecamatan karena Pak Camat ini sebagai PPAT sementara, dan oknum kepala desa, yang disampaikan Hadi di kompleks Kantor Gubernur DIY pada Rabu (28/9).
Hadi juga meminta masyarakat jangan segan melawan aksi mafia tanah
“Kalau ada mafia tanah masuk, tangkap. Ada mafia tanah, gebuk karena itu bukan tanah mereka,” terang Hadi.
Diduga buntut dari kegaduhan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Sumenep Agus Purwanto., A.Ptnh., S.H., M.H dimutasi, hingga mendapatkan ucapan melalui karangan bunga tanpa nama yang dikirim oleh Fauzi As Komisaris Utama PT. Madura Gadu Sejahtera (MGS) bagiberita
“Iya mas saya yang kirim karangan bunga itu sebagai ucapan selamat kepada seluruh Kepala BPN yang pindah, bahkan untuk yang sebelum-sebelumnya”, beber Fauzi As saat dikonfirmasi.
Karangan bunga tersebut berisi ucapan “Selamat & Sukses atas pindahnya kepala BPN Kabupaten Sumenep”.
Dikonfirmasi terkait mutasi Kakantah tersebut melalui WhatsApp, Agus tidak memberikan tanggapan.
Bahkan pihak lain oknum Kantor Pertanahan Sumenep, merasa kaget dengan mutasi Kakantah dengan jawaban “Sampeyan ternyata lebih tau duluan informasinya, saya malah baru tau”, pungkasnya.
Video dan foto karangan bunga ucapan selamat dari Fauzi As beredar di WhatsApp grup (WAG) yang menuai banyak reaksi.
Berdasarkan informasi yang di himpun oleh awak media , pada Senin (10/10) akan digelar pelantikan Kepala Kantor Pertanahan Sumenep yang baru yang dikabarkan berasal dari Sumatera.
TG / Tim








