
Teropongindonesianews.com
SUMENEP – Sejumlah aktivis Sumenep yang tergolong dalam aliansi amanat rakyat ( AAR ) geruduk Mapolres Sumenep, ( 05-04-2023).
Kedatangan mereka untuk menuntut polres Sumenep agar tersangka kasus penyelundupan pupuk bersubsidi yakni IH, HR, dan W untuk segera di tangkap.

Mereka sangat kecewa karena pelaku belum juga di tangkap dan beranggapan bahwa tindakan dari penegak hukum yang menuntut kami tidak masuk akal dan mencabik-cabik keadilan publik dan merasa keadilan telah mempermainkan oleh aparat penegak hukum.

Korlap aksi Firmansyah mengatakan ” kami sangat kecewa tindakan polres Sumenep yang memalukan ini mana letak keadilannya katanya penegak hukum, bayangkan kenapa polres terburu buru menyerahkan berkas perkara ini ke kejaksaan negeri seharusnya polres itu mendalami dulu dan membongkar jaringan mavia pupuk dan menyerahkan siapa saja yang terlibat ke ranah hukum “.
Mereka yang tergabung aliansi amanat rakyat itu merupakan gabungan dari organisasi aktivis se kabupaten Sumenep, yang terdiri dari MPR Madura Raya dengan koordinator m.darol a’la, Sumenep Effect dengan koordinator Gufron Burhanuddin, Gerpas dengan koordinator Ainur Kholis s, SPD dengan koordinator Hasyim khafari, BPK dengan koordinator firman Syah dan APMS dengan koordinator Dedy Wahyudi, dari keenam aliansi ini bergabung untuk menuntut keadilan di hadapan Mapolres Sumenep.
Massa aksi mulai memanas setelah Wakapolres dan Kasatreskrim polres Sumenep tidak dapat memenuhi permintaan para aksi untuk menangkap para pelaku, dan mereka selalu berteriak ” copot Kasatreskrim polres Sumenep dia tidak becus tidak berpihak pada yang benar malah melindungi yang salah, ada apa ini..” ujar para aksi Dengan suara lantang.
Dengan teriakan yang sangat lantang itulah korlap aksi beserta massa aksi mulai menerobos ” police line ” berusaha masuk kedalam Mapolres Sumenep sehingga terjadilah aksi dorong mendorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian.
Akibat peristiwa itu massa aksi banyak yang menjadi korban yang mengakibatkan luka akibat desakan keras tersebut, sehingga massa aksi banyak yang mengalami luka sehingga ada juga yang dilarikan ke RSUD Sumenep.
Pewarta : David








