
Teropongindonesianews.com
Oleh
Dionisius Ngeta, Staf Komsos Paroki, Kontributor
Maumere – Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Magdalena Nangahure Keuskupan Maumere menyepakati dilakukan berbagai persiapan terutama pembinaan terhadap colon penerima Sakramen Krisma. Tim khusus dibentuk dan dipercayakan melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap calon penerima Sakramen di masing-masing gereja stasi sesuai jadwal dan materi yang sudah disiapkan. “Pembinaan para calon penerima Sakramen Krisma dilakukan di masing-masing Stasi sesuai jadwal oleh tim yang sudah dipilih dan dibentuk oleh Pastor Paroki dan Dewan Pastoral Paroki. Tim dipercayakan untuk merancang materi dan jadwal pembinaan. Materi yang diberikan tentu berkaitan dengan Sakramen Krisma dan persiapan teknis lainnya menjelang hari penerimaan sakramen tersebut. Pembinaan dan pembekalan para calon penerima tentang Sakramen Krisma penting agar mereka memiliki kapasitas dan pemahaman yang cukup sebelum Sakramen Krisma diterimakan kepada mereka”, demikian Ketua Pelaksana Harian Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santa Maria Magdalena Nangahure, Marselinus Mau

Salah seorang tim pembina, Geradus Paga mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pembekalan atau pembinaan para calon penerima Sakramen Krisma sudah dilaksanakan di masing-masing gereja stasi sesuai jadwal yang diturunkan dari Sekretariat Paroki. “Kami tim sudah melakukan pembinaan di masing-masing gereja stasi setelah misa setiap hari Minggu. Paroki ini terdiri dari lima (5) stasi yaitu Stasi Urung Pigang, Stasi Wailiti, Stasi Pusat/Pusat Paroki, Stasi Patisomba dan Stasi Waturia. Tim yang dibentuk menyebar di lima stasi itu dalam melaksanakan pembinaan. Pelaksanaan pembinaan sudah dilakukan enam (6) kali yaitu sejak hari Minggu tanggal 02, 09, 16, 23 dan 30 Juli dan 06 Agustus 20023 sesuai dengan materi masing-masing”, demikian pak Geradus yang juga adalah salah satu staf di Komisi Liturgi Keuskupan Maumere.
Pastor Paroki P. Wilhelmus Lae, CP dalam catatan pastoralnya ketika merayakan Misa di salah satu Stasi menegaskan bahwa para calon penerima Sakramen Krisma harus atau wajib dan setia mengikuti setiap kali pembinaan sesuai jadwal. “Para calon penerima Sakramen Krisma dicoret namanya jika suka-suka mengikuti pertemuan/pembinaan. Saya tegaskan hal ini kepada para calon penerima Sakramen Krisma agar serius dan konsisten mengikuti pembinaan. Para peserta harus mempunyai pemahaman yang baik dan benar tentang Sakramen Krisma sebagai bekal sebelum menerima sakramen tersebut”, demikian P. Wilem, CP, yang akan merayakan Perak Imamatnya pada bulan September tahun ini.

Ketika diwawancarai, salah satu peserta/calon penerima Sakramen Krisma menceritakan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh tim sangat bagus karena membantu meningkatkan pemahaman hal-hal yang berkaitan dengan Sakramen Krisma. “Kami diberikan pemahaman dengan berbagai materi berkaitan dengan Sakramen Krisma. Bahwa ketika menerima Sakramen Krisma kami diurapi dengan anugerah Roh Kudus yang ditandai dengan pengurapan minyak krisma pada dahi. Dengan Sakramen Krisma kami bukan hanya menjadi anggota penuh dalam gereja, tapi juga dewasa dan kuat dalam iman serta memiliki hak dan kewajiban. Kami bertanggungjawab menjadi saksi dan pewarta Kristus di tengah masyarakat”, demikian Babtista Spagnoli Ledian Ngeta, salah satu calon peserta penerima Sakramen Krisma.

Salah satu anggota tim Pembina, Pak Wandelinus Ledang, menjelaskan bahwa materi-materi yang diberikan tim pada setiap kali pertemuan adalah berkaitan dengan Sakramen Krisma itu sendiri. “Materi yang tim berikan antara lain:
Pertama, Materi tentang Sakramen Krisma itu sendiri. Pada materi ini anak-anak difasilitasi/didampingi agar mendapatkan pengertian dan pemahaman yang baik dan benar tentang Sakramen pada umumnya terutama Sakramen Krisma. Peserta diajarkan untuk menyadari betapa pentingnya menerima sakramen ini serta menghayatinya dalam hidup mereka. Bahwa Sakramen-sakramen (7 Sakramen) dalam Gereja Katolik merupakan sarana/tanda yang kelihatan yang digunakan Tuhan agar manusia mendapatkan anugerah/rahmat dan keselamatan. Titik penekanan pada materi ini adalah bahwa dalam Sakramen Krisma seseorang menerima anugerah Roh Kudus yang menjadikan dia dewasa dalam iman, menjadi anggota gereja yang penuh dan memiliki hak dan kewajiban.
Kedua, Tentang Krisma Sebagai Sakramen Inisiasi. Dalam materi ini peserta diajak untuk memahami Sakramen Krisma sebagai salah satu dari Sakramen Inisiasi selain Sakramen Babtis dan Sakramen Ekaristi. Bahwa dengan menerima Sakramen Krisma keanggotaan seseorang dikukuhkan sehingga dia menerima dan mendapatkan hak dan kewajiban. Sebagai anggota penuh dari gereja dan menjadi dewasa dalam iman, ia menerima dan mengemban Tri Tugas Kristus: sebagai Nabi (hidup dalam dan mewartakan kebenaran, Imam (menguduskan) dan Raja (melayani).

Ketiga, Tentang Krisma Sebagai Sakramen Pengurapan Roh Kudus. Materi ini dimaksudakan agar peserta memiliki sikap baru untuk senantiasa menghargai dan menghayati pentingnya peranan Roh Kudus dalam hidup imannya. Karena itu bekerja sama dengan Roh Kudus adalah keniscayaan. Semua orang yang telah dipermandikan adalah Bait Roh Kudus (1 Kor. 6;19).
Sebagai orang yang telah dikuduskan dalam sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, hendaklah hidup dalam pimpinan Roh dan bekerjasama dengan-Nya sehingga menghasilkan buah-buah roh seperti roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan, takut akan Tuhan dan roh kesalehan.
Keempat, Tentang Krisma Sebagai Sakramen Pendewasaan Iman. Materi ini menyadarkan peserta akan tanggung jawabnya sebagai orang dewasa dalam iman untuk memupuk imannya sendiri dan mau terlibat dalam hidup menggereja.
Materi Kelima, adalah tentang Krisma sebagai Sakramen Perutusan. Pada materi ini peserta diajak untuk menyadari dan menghayati tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Kristiani. Dengan Permandian seseorang diikutsertakan dalam Tri Tugas imamat Kristus sebagai imam, nabi, dan raja (LG: 10,12). Anugerah Roh Kudus yang diterima dalam Sakramen Krisma adalah untuk merealisasikan tugas perutusan itu.
Dan materi keenam adalah berkaitan dengan persipan peserta. Pada materi ini peserta diajak untuk mempersiapkan hati agar bersuasana rahmat sehingga layak menyambut rahmat Roh Kudus serta memahami jalannya upacara Krisma. Persiapan hati agar bersuasana rahmat antara lain Noven Roh Kudus, Menerima Sakramen Tobat dan Pengakuan Dosa. Selain persiapan hati/batin, peserta juga diberikan pemahaman berkaitan dengan perayaan Ekaristi, liturgi Krisma. Bahwa liturgy Krisma diletakan dalam homili dan doa umat. Ada 3 bagian pokok dalam liturgi Krisma, yaitu pembaharuan janji baptis, penumpangan tangan, dan pengurapan dengan minyak Krisma”. Demikian penjelasan Pak Wandel yang juga adalah ASN di kantor Departemen Agama Kabupaten Sikka.
Kepala Kantor Sekretariat Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure saat dikonfirmasi berkaitan dengan jadwal pelaksanaan Krisma belum bisa memastikan waktu pelaksanaannya. “Kita belum bisa pastikan kapan waktu pelaksanaannya. Tapi rencananya dalam bulan Agustus tahun ini. Paroki harus sesuaikan dengan jadwal kegiatan pastoral Bapak Uskup Maumere yang cukup padat. Koordinasi dan komunikasi terus kita lakukan. Tapi persiapan-persiapan yang perlu untuk para calon seperti pembinaan telah dilakukan termasuk persiapan Liturgy Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Krisma yang akan dipimpin langsung oleh bapak Uskup Mgr. Ewaldus Martinus Sedu,” demikan pak Wilhelmus Ladjar, yang sudah kurang lebih 20-an tahun membaktikan diri bekerja di Kantor Sekretariat Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure.







