
Teropongindonesianews.com
Situbondo, 14 Desember 2023 – LBH Cakra Situbondo menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Kusia yang berlokasi di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Berlian Jaya Sejati dengan anggaran sekitar Rp 92.176.069,00 dengan nomor kontrak : 610 / 276.SPK.DAU-PAPBD / 431.303.2/2023 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dari Dinas DPUPP Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Situbondo.

Saat turun ke lokasi, tim investigasi LBH Cakra Situbondo mendapati bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. Pengolahan campuran semen dan pasir tidak menggunakan molen, melainkan secara manual.
“Saat kami turun ke lokasi proyek tersebut, benar apa yang disampaikan oleh salah satu masyarakat bahwa dalam pengolahan campuran semen dan pasir tidak menggunakan molen,” ujar Masbel, anggota tim investigasi LBH Cakra Situbondo, saat dikonfirmasi.
“Tidak hanya itu, kami juga menemukan kejanggalan lain yaitu dinding pasangan yang terlalu dekat dengan pohon kelapa bahkan menempel, yang mana sangat mempengaruhi kekuatan kualitas pasangan tersebut dan kami menduga dalam perencanaan awal hanya menentukan titik yang akan di kerjakan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi dengan kualitas pasangan tersebut,karena menurut kami bila tumbuhan di biarkan berdiri tegak ditengah pasangan maka,sangat berpengaruh dengan kekuatan dan kualitas pasangan tersebut,”Pungkasnya

Selain itu, tim investigasi LBH Cakra Situbondo juga menemukan adanya pohon yang sengaja dibiarkan tetap berdiri di tengah pasangan. Padahal, pohon tersebut seharusnya dipotong sampai akar.
“Kami menilai betapa lemahnya fungsi pengawasan dari pihak konsultan juga pengawas dari dinas. Kami minta kepada DPUP bidang SDA agar meningkatkan fungsi pengawasan agar pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai petunjuk, karena pekerjaan tersebut dibiayai oleh negara yang berasal dari hasil pembayaran pajak yang masyarakat bayar,” tegas Masbel.
Masbel menambahkan, pihaknya saat ini hanya sebatas memperingatkan pihak kontraktor. Hal ini karena pekerjaan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.
“Kami akan terus memantau pekerjaan tersebut sampai selesai ,dan apabila penyampaian kami selaku fungsi kontrol tidak di indahkan atau ada pembiaran dari pihak dinas maupun konsultan, maka secara kelembagaan akan melaporkan kegiatan tersebut,Apalagi saat ini adalah akhir tahun yang mana dalam waktu singkat ini harus selesai. Namun karena mengejar target pekerjaan, jangan sampai dikerjakan asal jadi,” pungkasnya.
BiroTINsitubondo








