
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Setiap daerah pasti mempunyai nilai historis sejarah yang tak pernah lekang oleh waktu.
Peradaban yang pernah terjadi menjadi sebuah simbol dalam sendi kehidupan berbangsa, sehingga menjadi sebuah pembakar semangat dalam melanjutkan sebuah peradaban, Bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami sejarahnya.

Moment perayaan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (HARJAKASI) yang ke 204, yang di gelar oleh Pemkab Situbondo, pada 12 Agustus 2022 merupakan upaya pemahaman terhadap pentingnya nilai nilai sejarah yang pernah terjadi sepanjang perjalanan hidup kabupaten Situbondo.
Dengan pagelaran Kirab seni budaya kearifan lokal yang di gelar dalam acara HARJAKASI tersebut, mempunyai pesan moral bahwa kabupaten Situbondo mempunyai karakter dan sejarah yang kuat pada masa lampau hingga masa kini, yang di jadikan modal dasar dalam membangun peradaban kabupaten Situbondo yang bermartabat dan berjaya di masa masa yang akan datang.
Dalam menyemarakkan dan upaya Edukasi terhadap masyarakat, Pemkab Situbondo melalui Dinas Pendidikan Kabupaten, memberikan mandat kepada P.Hosnatun sebagai pelestari kesenian topeng yang berbasis sejarah dalam memproses pelaksanaan ritual Prosesi yang Sakral dalam pembukaan kirab yang di tandai dengan Penyerahan Pataka (Panji) kabupaten Situbondo dari Rakyat yang di wakili oleh Edi ketua DPRD kabupaten Situbondo, kepada Bupati Situbondo, Drs.H.Karna Suswandi, M.M.
Lantunan suara gamelan yang berpadu dengan rasa mengiringi Prosesi Sakral Penyerahan Pataka di Aula Peringgitan Pendopo Kabupaten Situbondo, di iringi dan di kawal dengan Tari Topeng yang berbasis sejarah dari Sanggar Wahana Puspa Budaya di bawah asuhan dan Binaan P.Hosnatun yang di iringi iringan musik karawitan secara live.
Menurut P.Hosnatun bahwa Tari Topeng sangat pas dan cocok sekali untuk sebuah Prosesi Acara yang sakral yang berkaitan dengan Nilai Sejarah masa lalu, mengingat Tari Topeng Sudah ada di Bumi Patukangan (Situbondo) sejak dahulu pada jaman kerajaan Majapahit , seperti yang tercantum dalam Kitab Negarakertagama,perihal kunjungan Baginda Raja Hayam Wuruk ketika berkunjung ke Patukangan (Situbondo) dan mengumpulkan para Mantri/raja raja Jawa,Bali,dan Madura tepatnya tahun 1359 M. Tutur P.Tutun / Hosnatun. (AgusBiroTIN Situbondo)






