
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Berawal dari Pembicaraan Syaiful warga Desa Sukorejo tengah, Kabupaten Banyuputih Situbondo Jawa Timur yang mengaku Staf Presiden atau Orang Istana, E yang bekerja sebagai Petugas di sebuah Instansi di Situbondo akhirnya percaya, kemudian tanpa di pikir lagi benar atau tidaknya status yang di miliki oleh Syaiful tersebut si E akhirnya menyampaikan kepada EA yang juga sebagai Petugas di sebuah Instansi Situbondo, dari pembicaraan E dengan Syaiful Warga Sukorejo tersebut si EA yang memiliki Saudara yang bertugas di Sebuah Instansi di Daerah Fakfak Papua membicarakan tentang keinginannya untuk pindah ke Makasar dan itupun sebelumnya juga sudah di bicarakan oleh E pada Syaiful, Kemudian di tanggapi serius dengan Syaiful.

Hal ini di setujui langsung oleh J saudara EA yang saat menghubungi J mengatakan bahwa Syaiful bisa memindahkan J, akan tetapi harus bisa membayar uang sebagai biaya sebesar Rp 50 Juta, itupun di sanggupi oleh J sehingga pada tanggal 06 Januari Langsung mentransfer dana sebanyak Rp 25 juta sebagai Uang Muka, dengan perjanjian akan di tambah sesuai dengan pernyataan Syaiful pada awalnya.
Akan tetapi sayang sekali setelah menunggu lama, ada saja alasan yang tidak masuk di akal, keterangan Syaiful selalu hanya memberikan janji saja yang pada intinya tidak pernah terrealisasi kepindahannya.
Pihak EA selaku saudara J akhirnya menagih agar uang di kembalikan ke J saudaranya, akan tetapi sampai dengan saat ini juga masih tidak di beri, yang ada hanyalah janji semata.
EA menceritakan pada Tim Media Teropongindonesianews.com yang pada akhirnya dirinya merencanakan akan melaporkan pada pihak APH ( Aparat Penegak Hukum – Red ) dalam waktu dekat terkait dengan perbuatan Syaiful tersebut karena tidak ada niatan baik padanya serta saudaranya, janjinya selalu terucap saat EA menagih pada syaiful, yang paling kesal menurut EA adalah status pekerjaannya yang mengaku sebagai Staf Presiden itu juga yang membuat dirinya akan cepat melaporkan pada APH karena tidak mungkin sebagai staf Presiden justru malah melakukan dugaan penipuan.
“Saya akan melaporkan Pak Syaiful tersebut Pak, Dia sudah sangat menyiksa saya dan saudara saya “, Tegasnya, di tambahkannya bahwa dirinya merasa benar – benar tertipu oleh orang yang mengaku Staf Presiden tersebut dan bisa memindahkan pekerjaan seseorang “, Tegasnya. Redaksi








