
Teropongindonesianews.com
Pringsewu – Alokasi dana desa (ADD ) yang selalu di terima tiap tahunnya oleh Desa Giri Tunggal, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu , menjadi sorotan tokoh masyarakat. Kali ini anggaran DD tahun 2022 alokasinya diperuntukan pembelian Bibit Alpokat Dan Alat pengelolahan Tanah. Senin (11/12/2023).
Yang menjadi sorotan tokoh masyarakat pasalnya dalam pembelian bibit alpokat tersebut diduga di mark, up Dan fiktip yang dilakukan Rokyat Robani Kepala Pekon Giri Tunggal.
Untuk diketahui kepala Pekon Rokyat Giri Tunggal merealisasikan anggaran tahun 2022
Tahap 1
pengolahan pertanian yang diserahkan (Alat Pengolahan Tanah )
Rp 30.000.000
pengolahan pertanian yang diserahkan ( Bibit Alpukat)
Rp 6.825.000
Tahap 2
pengolahan pertanian yang diserahkan ( Bibit Alpukat)
Rp 41.795.000
(Pengadaan Perpustakaan )
Rp 30.000.000
Tahap3
pengolahan pertanian yang diserahkan ( Bibit Alpukat)
Rp 83.525.000
Masyarakat yang tidak ingin disebut kan nama nya saat media ini terjun kelapangan mengatakan bang tolong di cek,dan Dikonfirmasi anggaran didesa kami karena sudah banyak sekali kejanggalan yang dilakukan Oleh kepala pekon Giri Tunggal tapi semua masrakat bungkam karna tidak berani mengatakan kepada awak media ,coba bang temuin RT,kadusnya biar jelas kemana sisa anggaran tersebut ucapnya”

Berdasarkan saran dari warga, Awak media menuju kediaman bapak Sukrisno selaku RT“iya mas benar ada bantuan bibit itu karna saya sempat nolongin nurunin bibit alpukat satu mobil pick up yang kurang lebih berjumlah 1000 batang bibit .kalau didusun sini setau saya gak ada yang kebagian yang kebagian yang deket balai pekon aja bang””” imbuhnya
Lanjut Rt Sukrisno, kalau Alat pengelolahan Tanah itu bang yang Ditanya gak ada Bang ada nya pribadi punya masrakat masing-masing bukan Anggran( DD)Dari Desa Bang kalau untuk Anggaran Pengadaan perpustakaan juga belum pernah ada atau melihat””ujarnya.
Jawab”” ibu saskia yolanda selaku kaur umum di ruangan balai pekon giri tunggal saat dimintai keterangan tentang Anggaran bibit Alpukat ,ada pak “”yang dibagikan setau saya lumayan banyak diperkirakan 1000 batang bibit Alpukat dan untuk Anggaran Alat pengelola Tanah dengan jawaban singkat gak tau pak kalau itu coba Tanya Pak kakon, tutupnya””
Masih kata warga tersebut, apa lagi untuk pembelian Bibit Alpukat Anggaran sebanyak itu di belikan Bibit seribu batang Dan di Anggarkan Dua kali Tahap Dan juga Alat Pengelolahan Tanah gak Ada Tambah lagi Anggaran Pengadaan Perpustakaan gak jelas Parah ya rupa nya kakon kita ini””??warga jadi pingin Tau kemana Dana sisa atau yang tidak direalisasikan kepala pekon ??!!
“Kami berharap kepada aparat berwenang seperti APH, bisa turun langsung dan kroscek, jika memang ditemukan adanya unsur mark up dan fiktip yang dilakukan Kepala Kampung, tolong segera diproses secara hukum ” pintanya.
Beberapa kali awak media menghubungi kepala desa Rokyat melalui nomor washup walau dalam keadaan aktip tak ada jawaban, awak media melanjutkan menghubungi melalui pesan Watsap walau dalam keadaan aktip tidak ada balasan, Sampai berita ini di terbitkan kepala Desa Giri tunggal belum bisa di hubungi dan memberikan keterangan.
Penulis: Ade Mastur.
Editor: Santoso.






