
Teropongindonesianews.com
(Ruteng-Manggarai) –Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur (Kakan kemenag Matim) Anselmus Panggabean, S.Ag mengapresiasi pelaksanaan Festival Keagamaan Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Tingkat Regio Flores Barat/Keuskupan Ruteng yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Pendidikan Katolik di Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai Kamis hingga Jumat (02-03/06/2022).

Kegiatan ini diikuti siswa-siswi dari tiga Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) yang ada dalam wilayah Keuskupan Ruteng, masing-masing SMAK Santo Stefanus Ketang Manggarai, SMAK Seminari Santo Yohanes Paulus II Labuan Bajo Manggarai Barat, dan SMAK Santo Peregrinus Laziossi Watu Mingan Manggarai Timur.
Festival keagamaan diisi dengan berbagai perlombaan yaitu lomba Paduan Suara campuran dan vokal solo, lomba Cerdas Cermat Rohani (pengetahuan tentang kitab suci dan sejarah gereja Katolik), lomba Lektor/Lektris dan menyanyikan Mazmur serta Lomba bertutur Kitab Suci dalam 2 bahasa yakni Indonesia dan Bahasa Inggris.
Diwawancarai media ini usai penutupan kegiatan Jumat (03/06/2022), Anselmus menyatakan bangga dengan penampilan serta prestasi anak didik pada tiga sekolah tersebut yang ditampilkan dalam festival yang pertama kali digelar oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT.
“Apa yang telah dipersembahkan oleh peserta festival keagamaan ini menurut saya bagus. Sebagai generasi muda Katolik mereka luar biasa percaya diri serta menunjukan kerja tim yang patut kita acungi jempol,” ungkap Kakankemenag Matim.
“Hasil ini membuktikan bahwa pola pembinaan dan pengajaran pada SMAK sudah berjalan pada koridor yang benar, sebagai sekolah menengah berciri khas agama Katolik,” lanjutnya.
Anselmus berharap semangat persaudaraan, kerjasama, maupun kemampuan pengetahuan tentang iman Katolik terus diasah, karena generasi mudalah harapan masa depan gereja Katolik dan bangsa Indonesia.
Spesifik terkait hasil yang dicapai oleh perwakilan Kabupaten Manggarai Timur yakni SMAK Santo Peregrinus Laziossi Watu Mingan, ia memberi motivasi kepada peserta lomba maupun seluruh civitas akademika agar terus berbenah meningkatkan mutu pendidikan serta iman Katolik agar menghasilkan bibit manusia Katolik yang berkualitas bagi kemajuan gereja Katolik Keuskupan Ruteng khususnya maupun bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pendidikan Katolik Kantor Kemenag Matim Pelipus Asol, SH sebagai pimpinan unit kerja yang langsung berkaitan dengan pengembangan SMAK Santo Peregrinus Laziossi Watu Mingan Manggarai Timur menyatakan bahwa juara tidaklah penting. Sisi positif festival ini menurutnya yaitu menumbuhkan rasa percaya diri, semangat berkompetisi, serta memperkuat iman anak muda Katolik.
“Seksi Pendidikan Katolik selaku unit kerja pada Kantor Kemenag Matim akan terus mendukung pengembangan SMAK Santo Peregrinus Laziossi agar semakin maju dan berkualitas,” tutur Pelipus.
Dalam festival ini kontingen SMAK Santo Peregrinus Laziossi Watu Mingan meraih prestasi cukup membanggakan dengan meraih peringkat pertama pada kategori lomba Lektor/Lektris (membaca kitab suci) dan Menyanyikan Mazmur.
Ketua kontingen SMAK Santo Peregrinus Laziossi Watu Mingan sekaligus kepala sekolah Isfridus Syukur, S.Fil menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Kantor Kemenag Matim selama ini bagi sekolah yang dipimpinnya.
Sebagai sekolah di bawah naungan Kementerian Agama ia merasakan peran besar yang diberikan negara terutama dalam bidang pendidikan umat Katolik di Manggarai Timur.
Festival Keagamaan SMAK digelar pihak Kanwil Kemenag Prov. NTT tahun ini dalam rangka memperingati sepuluh tahun keberadaan SMAK di NTT juga sebagai sarana promosi agar masyarakat luas mengenal lebih dekat apa itu SMAK.
Pelaksanaan festival dibuat di setiap regio/keuskupan se NTT untuk mendekatkan even ini kepada masyarakat Katolik setempat.
SMAK merupakan satuan pendidikan formal sekolah menengah atas yang digagas pendidikan formal sekolah menengah atas yang digagas oleh Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik yang mengintegrasikan mata pelajaran pendidikan keagamaan katolik seperti kitab suci, doktrin gereja, etika moral sejarah gereja, pastoral kateketik juga liturgi dengan mata pelajaran umum lainnya.
Sepuluh tahun terakhir SMAK di NTT berjumlah 25 sekolah tersebar di berbagai kabupaten. Satu sudah berstatus negeri yaitu SMAK Negeri St. Thomas Morus Ende, sedangkan 24 masih berstatus swasta milik yayasan di bawah naungan Keuskupan setempat.
Festival Keagamaan SMAK Regio Flores Barat dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kanwil Kemenag Prov NTT Adrianus Paripurnama Jaya, S.Ag.,M.Th dan ditutup Kepala Kanwil Kemenag Prov NTT Reginaldus Saverinus Sely Serang, S.Fil.M.Th.
Kepala Kantor Kemenag dari tiga kabupaten se Manggarai Raya bersama jajaran hadir penuh sepanjang pelaksanaan festival.
Turut hadir Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng Romo Alfons Segar, Pr, Ketua Yayasan Pendidikan Umat Katolik Manggarai (SUKMA) perwakilan Kevikepan Borong dan Labuan Bajo, Tim juri dari Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng, serta perwakilan pemerintah setempat. Hermanus








