
Teropongindonesianews.com
Situbondo – 24/11/2022. Memasuki tahun tahun politik mendatang, hampir seluruh partai partai politik baik yang sudah lama maupun yang baru, mulai memanasi mesin kendaraan politiknya, mulai dari Verifikasi partai, Perekrutan Bacaleg, saksi saksi, hingga konsolidasi strategi pemenangan untuk mendapatkan jatah kursi di parlemen baik di tingkat daerah, propensi, sampai pusat.
Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai amanah Pancasila dan UUD 1945, nampaknya tidak henti hentinya di lakukan Partai Amanat Nasional (PAN) yang lahir sejak 23 Agustus 1998 hingga kini yang tetap Istiqomah dalam merawat dan mensyiarkan amanah Reformasi.

Seiring dengan waktu,dalam perjalanannya Partai PAN yang identik dengan partai partai reformasi hingga kini tidak serta merta berjalan dengan mulus.
Berbagai macam ujian dan rintangan sudah di lalui meskipun belum pernah menjadi partai pemenang pemilu.
Stigma partai PAN adalah partainya Muhammadiyah (MD) dan di haramkannya warga NU yang sengaja di hembuskan oleh para pelaku pelaku politik khususnya di Dapil IV Jatim yang notabene mayoritas warga NU, menjadi sebuah momok dan strategi mereka dalam mengkebiri eksistensi partai PAN sebagai partai Nasional Religius, sesuai dengan Amanah Pancasila dan UUD 1945.
Hal ini yang menjadi pemikiran Bang Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum DPP PAN dalam acara Konsolidasi Kader dan Bacaleg Dapil IV Jatim di Banyuwangi 22 November 2022 lalu.
Zulkifli Hasan atau lebih akrab di panggil Bang Zul yang juga saat ini menjadi menteri Perdagangan, menyampaikan dalam acara Konsolidasi tersebut, mengatakan bahwa yang duduk di parlemen saat ini 50% warga MD dan 50% warga NU, sehingga stigma stigma negatif dari rival para pelaku politik sudah tidak berlaku lagi, dan masyarakat Jawa timur sudah sangat cerdas dalam memikirkan nasib bangsa dan negaranya Kedepan.
Lebih lanjut bang Zul mengatakan bahwa untuk bisa mendapatkan Kursi di legislatif di butuhkan Kerja Keras sebagai salah satu bentuk Ikhtiar dengan Niat untuk Ibadah dan mengabdi kepada bangsa dan negara, yang perlu di ingat bahwa Kerja keras akan berbanding lurus dengan hasil, dan jangan sekali kali membodohi masyarakat dengan Politik Uang, wajib hukumnya menyampaikan Program program sesuai Platform Partai PAN, ungkap Bang Zul.
Acara Konsolidasi tersebut mendapat apresiasi dari ketua DPD PAN kabupaten Situbondo ,ust Ghozi Zainuddin, yang menyampaikan kepada Biro Teropong Indonesia News (TIN) bahwa apa yang di sampaikan Ketum bang Zul, hendaknya bisa di tangkap oleh seluruh ketua DPD PAN dan Bacaleg di Jatim , khususnya di Dapil IV Jatim yaitu Kabupaten Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso. Seperti halnya saya , meskipun saya warga NU yang di Lahirkan, dan di besarkan di lingkungan Pondok Pesantren besar Salafiyah Safiiyah Sukorejo, saya masuk di PAN dan Alhamdulillah di percaya dan di Amanahkan menjadi Ketua DPD PAN Situbondo, dan Insyaallah Akan maju menjadi Bacaleg DPR-RI dapil IVJatim. tegas ust.Ghozi Zainuddin.
(AgusTIN)






