
Teropongindonesianews.com
Maumere, Setiap pendidik mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru yang profesional,salah satunya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Untuk menjawabi itu Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Denpasar menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang pembelajaran berbasis HOTS di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka – Maumere -NTT, selama 12 hari sejak tanggal 13 -25 Juni 2022. yang diikuti oleh 40 guru dari MTS. MA. dan Pendidikan Agama Tingkat dasar dan menegah multi agama.

Herman Yosep Reda Lete, S.Ag.,MAB, selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka dalam kata sambutan saat membuka kegiatan menyampaikan harapan semoga kegiatan ini para guru multi agama mendapat output yang baik dalam pelayanan dan mutu kualitas para guru serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di nian tana Sikka.
Lebih lanjut Heri menyampaikan ucapan terimaksih kepada Balai Diklat Denpasar yang hari ini memijakan kakinya di Kabupaten Sikka, kiranya apa yang disampaikan selama kegiatan dapat membangun, membentuk dan melahirkan generasi yang cerdas dalam proses pembentukan kualitas pendidikan melalui para guru-guru.
Ketua Panitia, Abdul Hadi,S.H.,S.IPI menuturkan bahea kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 75 Tahun 2015, tentang penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai pada Kementerian Agama. Dengan tujuan supaya para peserta meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dan menciptakan guru yang berintegrasi dan bertanggungjawab.
Lanjut Hadi diklat ini pertama kali dilaksanakan di kabupaten Sikka setelah masa pandemi covid-19. Diklat ini didampnigi oleh tenaga fasilitator Widyaiswara yang memiliki kompetensi dibidangnya baik dari unsur pejabat struktural dan fungsional widyaiswara pada balai pebdidikan dan pelatihan Keagamaan Denpasar serta pejabat struktural dari instansi terkait memiliki kemampuan dan keahlian dalam mengampu program pelatihan.
“Saya sangat senang mengikuti kegiatan diklat ini karena baru pertama kali dan harapan saya semoga kedepan kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan khususnya materi tentang kurikulum Merdeka, sampai saat ini kami belum mendapatkan sosialisasi materi kurikulum Merdeka.” Ungkap ibu Harmawati,S.Pd Guru MAS Nurwahid Gunung Sari –Pemana.
*** Wartawan TINS Com. AgusBadjo.








